11. Penelitian Evaluatif
Mata kuliah ini memberikan pemahaman dan keterampilan tentang Penelitian Evaluatif. Secara lebih khusus akan dibahas tentang perbedaan dan persamaan Penelitian Evaluatif dengan Penelitian non-Evaluatif serta prinsip- prinsip dan teknik-teknik Penelitian Evaluatif. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu melakukan Penelitian Evaluatif, mulai dari merancang disain penelitian, melakukan pengumpulan data, mengolah dan menganalisa data, sampai dengan membuat laporan penelitian. Metode pembelajaran menggunakan Metode Pembelajaran Mahasiswa Aktif dalam bentuk Teacher Interactive, Cooperative Learning, Case Based Study, dan Small Group Discussion dengan menggunakan bahasa Indonesia.
12. Metode Intervensi Sosial
Mata kuliah Metode Intervensi Sosial ini adalah salah satu mata kuliah wajib program studi yang menjadi dasar pengetahuan terkait metode intervensi dalam praktek Ilmu Kesejahteraan Sosial dimana disampaikan konsep intervensi sosial dan perspektif ekologi, nilai-nilai humanitarian dalam prinsip-prinsip pekerjaan sosial; sistem dasar, relasi professional, dan tahapan intervensi sosial dalam praktek pekerjaan sosial; serta pengenalan metode intervensi sosial dalam praktek pekerjaan sosial pada klien individu, keluarga, kelompok, komunitas dan organisasi. Pada akhir kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan penerapan (C3) metode dan tahapan intervensi sosial yang sesuai untuk membantu klien dan sistem klien. Metode pembelajaran pada kuliah ini didasarkan pada perspektif pembelajaran berpusat pada mahasiswa/student-centered learning dimana metode flipped classroom diterapkan guna mendorong mahasiswa belajar mandiri melalui membaca bahan-bahan sebelum memulai kuliah tatap muka, agar sesi kuliah menjadi lebih dinamis, interaktif bersama dosen pengampu dan sesama mahasiswa perserta kuliah.
13. Metode Intervensi Kelompok
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah pengembangan keterampilan/skill dalam melakukan intervensi di level kelompok. Secara umum, perkuliahan dibagi menjadi dua, (a) teori-teori dan (b) keterampilan dasar dalam intervensi kelompok. Teori-teori yang dipelajari, antara lain: social groupwork dan social practice, bentuk-bentuk treatment group, tahapan intervensi dalam treatment group, dinamika kelompok, group treatment theories, keterampilan dasar dalam intervensi kelompok. Pada tahap selanjutnya, mahasiswa diajarkan bagaimana keterampilan-keterampilan dasar ini didemonstrasikan melalui role play. Metode pembelajaran yang diterapkan yaitu cooperative learning, dan flipped-class kelompok dengan menggunakan bahasa Indonesia.
14. Organisasi Pelayanan Komunikasi
Mata kuliah ini memberikan pemahaman tentang organisasi pelayanan yang meliputi konsep dasar organisasi dan karakteristik organisasi pelayanan. Secara lebih khusus akan dibahas tentang karakteristik organisasi pelayanan, hubungan antara organisasi dan lingkungan, hubungan antara organisasi dengan klien.. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu mengamati dan menganalisis organisasi pelayanan berdasarkan konsep-konsep yang telah dipelajari. Metode pembelajaran menggunakan Metode Pembelajaran Mahasiswa Aktif dalam bentuk Teacher Interactive, Cooperative Learning, dan Small Group Discussion dengan menggunakan bahasa Indonesia.
15. Intervensi Komunitas dan Pengembangan Masyarakat
Mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa mampu memiliki pemahaman teoritis mengenai nilai-nilai, model-model, dan metode intervensi dalam setting komunitas. Selain itu, mahasiswa juga dibekali keterampilan praktis untuk melakukan proses asesmen dan perencanaan dalam intervensi di level komunitas. Metode pembelajaran menggunakan Metode Pembelajaran Mahasiswa Aktif dalam bentuk Teacher Interactive, Cooperative Learning, Case Based Study, dan Small Group Discussion dengan menggunakan bahasa Indonesia.
16. Kebijakan Sosial
Mata kuliah Kebijakan Sosial merupakan salah satu mata kuliah dasar dalam Ilmu Kesejahteraan Sosial yang membahas kebijakan sosial sebagai bagian dari intervensi skala makro. Dalam perkuliahan ini peserta mata kuliah akan mempelajari nilai, konsep, dimensi, dan proses pembuatan kebijakan sosial, khususnya di Indonesia. Kuliah ini memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk menuliskan policy memo sebagai salah satu bentuk dari policy paper. Pada mata kuliah ini, metode pengajaran akan menggunakan paradigma Student Center Learning dengan beberapa metode seperti flipped classroom guna mendorong mahasiswa untuk mendalami materi secara mandiri yang akan diikuti dengan pre-test dan literature review. Selain itu, kuliah ini juga akan menggunakan metode Project based learning dan Collaborative Learning yang dilakukan secara berkelompok dimana mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan policy paper berbasiskan data sekunder. Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu menganalisis kebijakan dan perundang-undangan sosial berdasarkan paradigm, teori, dan nilai-nilai keadilan sosial. Bahasa pengantar dalam perkuliahan ini menggunakan Bahasa Indonesia.
17. Manajemen Organisasi Pelayanan Kemanusiaan
Mata kuliah ini memberikan pemahaman dan ketrampilan dalam mengelola organisasi pelayanan kemanusiaan. Adapun materi yang diberikan dalam kuliah ini meliputi perencanaan program, pengelolaan sumber daya manusia, pendanaan, pemasaran sosial, serta monitoring, evaluasi dan akuntabilitas. Metode pembelajaran menggunakan Metode Pembelajaran Mahasiswa Aktif dalam bentuk Teacher Interactive, Cooperative Learning, Case Based Study, dan Small Group Discussion dengan menggunakan bahasa Indonesia.
18. Teori dan Teknik Supervisi dan Konsultasi
Mata kuliah ini merupakan mata kuliah lanjutan dengan capaian pembelajaran yaitu apabila mahasiswa dihadapkan pada masalah di setting organisasi pelayanan kemanusiaan, mampu menganalisis dan mendemosntrasikan teori-teori dan teknik supervisi dan konsultasi yang sesuai berdasarkan prinsip dan metode Intervensi Pekerjaan Sosial. Ruang lingkup kajian meliputi: supervisi (berbagai fungsi supervisi, supervisi di berbagai setting), dan konsultasi (jenis-jenis konsultasi, fungsi dan peranan konsultan, dan setting konsultasi) di organisasi pelayanan kemanusiaan. Metode pembelajaran menggunakan Metode Pembelajaran Mahasiswa Aktif dalam bentuk Teacher Interactive, Cooperative Learning, Case Based Study, dan Small Group Discussion dengan menggunakan bahasa Indonesia.
19. Praktikum Intervensi Individu dan Keluarga
Mata kuliah Praktikum Intervensi Individu dan Keluarga adalah proses belajar melalui praktek lapangan yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa program studi sarjana Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial. Kegiatan Praktikum Intervensi Individu dan Keluarga bertujuan untuk menerapkan ilmu kesejahteraan sosial (pengetahuan, nilai/etika, dan keterampilan) dalam melakukan suatu intervensi (perubahan berencana) dalam seting individu dan keluarga. Dalam pelaksanaan kegiatan Praktikum Intervensi Individu dan Keluarga, diharapkan mahasiswa mampu menerapkan teori-teori, metodologi, nilai-nilai dan etika pekerjaan sosial yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata, terutama untuk melakukan intervensi padatahap penjalinan relasi (engagement), identifikasi (assesment), dan perencanaan (planning) terhadap individu, keluarga.
20. Praktikum Intervensi Kelompok
Mata kuliah Praktikum Intervensi Kelompok adalah proses belajar melalui praktek yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa program studi sarjana Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial. Kegiatan Praktikum Intervensi Kelompok bertujuan untuk menerapkan ilmukesejahteraan sosial (pengetahuan, nilai/etika, dan keterampilan) dalam melakukan suatu intervensi (perubahan berencana) dalam seting kelompok. Dalam pelaksanaan kegiatan Praktikum Intervensi Kelompok, diharapkan mahasiswa mampu menerapkan teori-teori, metodologi, nilai-nilai dan etika pekerjaan sosial yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata, terutama untuk melakukan intervensi padatahap penjalinan relasi (engagement), identifikasi (assesment), dan perencanaan (planning) terhadap kelompok.
21. Perencanaan Partisipatoris dalam Intervensi Komunitas
Mata kuliah Perencanaan Partisipatoris merupakan salah satu mata kuliah wajib program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial. Melalui metode pemelajaran aktif seperti diskusi kelompok kecil, simulasi, collaborative learning (CL) dan contextual instruction, capaian pemelajaran yang akan dicapai dari mata kuliah ini adalah mahasiswa mampu merekomendasikan suatu bentuk perencanaan partisipatoris berbasis aset komunitas. Mata kuliah ini membahas pemikiran tentang perencanaan partisipatoris dalam intervensi komunitas, beberapa teknik yang dapat digunakan untuk melakukan assessment dalam proses perencanaan partisipatoris dan model perencanaan partisipatif berbasis asset komunitas. Selanjutnya, mahasiswa akan mempraktikkan teknik-teknik yang telah dipelajari untuk mengidentifikasi kualitas hidup dan menganalisis rencana aksi dalam perencanaan partisipatoris di setting komunitas tertentu. Mata kuliah ini diselenggarakan dengan menggunakan Bahasa Indonesia.
22. Praktik Perencanaan Kesejahteraan Sosial
Mata kuliah ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan simulasi dalam kelas tentang perancangan program pelayanan sosial, mulai tahap kebutuhan, menentukan dan menjabarkan sasaran program hingga merumuskan anggaran program. Mata ajaran ini merupakan aplikasi dari irisan beberapa mata ajaran lain yaitu, Sistem usaha kesejahteraan sosial, Metode intervensi sosial, Perundang-undangan sosial, Pengorganisasian dan penembangan masyarakat, Perencanaan partisipatori dalam intervensi komunitas, dan Kebijakan dan perencanaan sosial. Kolaborasi ini membutuhkan pemahaman yang mencakup bahasan sikap profesional sebagai perencana program yang terkait dengan fungsinya sebagai manajer program dan perencana substansi intervensi program. Diharapkan akan diperoleh pengalaman yang dapat langsung diterapkan dalam bidang pekerjaan yang akan dihadapi peserta ajar di masa yang akan datang.
23. Skripsi
Mata kuliah ini merupakan salah satu mata kuliah prasyarat pamungkas studi di prodi Sarjana yang merupakan karya ilmiah mahasiswa hasil penelitian empirik mengenai berbagai topik yang relevan, terkait dengan teori, pemikiran, kasus, dan isu-isu dalam kajian Ilmu Kesejahteraan Sosial. Metode pembelajaran yang digunakan didasarkan pada perspektif pembelajaran berpusat pada mahasiswa/ student-centered learning dimana setiap mahasiswa penyelesaian skripsi tergantung pada mahasiswa. Ketika mahasiswa mengajukan proposal skripsi, maka Ketua Program Studi akan menugaskan 1 (satu) orang dosen sebagai pembimbing tugas karya akhir mahasiswa dengan melihat relevansi topik skripsi dengan kompetensi dosen yang bersangkutan. Metode pembelajaran kuliah ini berbentuk pembimbingan. Bahasa pengantar yang digunakan dalam pembimbingan tugas karya akhir adalah Bahasa Indonesia.
24. Tugas Karya Akhir
Mata kuliah ini merupakan salah satu mata kuliah jalur kelulusan non skripsi, dimana mahasiswa harus mengambil mata kuliah pendamping tugas karya akhir yang tepat mendukung pengerjaan dan hasil TKAnya dengan bobot 4 sks. TKA adalah karya ilmiah mahasiswa sebagai salah satu prasyarat pamungkas studi di prodi Sarjana berupa hasil penelitian non-reaktif yaitu kajian literatur (literature review) mengenai berbagai topik yang relevan, terkait dengan teori, pemikiran, kasus, dan isu-isu dalam kajian Ilmu Kesejahteraan Sosial. Metode pembelajaran yang digunakan didasarkan pada perspektif pembelajaran berpusat pada mahasiswa/ student-centered learning dimana setiap mahasiswa penyelesaian tugas karya akhir tergantung pada mahasiswa. Ketika mahasiswa mengajukan proposal tugas karya akhir, maka Ketua Program Studi akan menugaskan 1 (satu) orang dosen sebagai pembimbing tugas karya akhir mahasiswa dengan melihat relevansi topik tugas karya akhir dengan kompetensi dosen yang bersangkutan. Metode pembelajaran kuliah ini berbentuk pembimbingan. Bahasa pengantar yang digunakan dalam pembimbingan tugas karya akhir adalah Bahasa Indonesia.