Skip to main content

Karier dan Masa Depan

Lulusan Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial, FISIP UI dibekali dengan pengetahuan teoritis dan praktis tentang isu-isu sosial, kebijakan publik, intervensi sosial, dan advokasi berbasis keadilan sosial. Kompetensi ini membuka peluang karier yang luas dan beragam di berbagai sektor: pemerintahan, swasta, dan organisasi non-pemerintah (NGO).

Lulusan Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI memiliki fleksibilitas karier yang tinggi berkat keahlian mereka dalam analisis sosial, intervensi berbasis komunitas, dan advokasi kebijakan. Mereka mampu bekerja lintas sektor dan menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks, mulai dari tingkat lokal hingga global.

Dengan landasan akademik yang kuat dan kemampuan praktis yang terasah, lulusan kami siap menjadi agen perubahan sosial di berbagai ranah—baik sebagai pembuat kebijakan, fasilitator pembangunan, konsultan sosial, maupun pekerja kemanusiaan yang berdampak.

Sektor Pemerintahan

Lulusan Ilmu Kesejahteraan Sosial sangat dibutuhkan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan sosial di berbagai tingkat pemerintahan. Mereka memiliki pemahaman kritis mengenai dinamika masyarakat, kelompok rentan, serta strategi intervensi berbasis data dan keadilan sosial.

Jenis Pekerjaan & Jabatan:

  • Analis Kebijakan Sosial
  • Staf/Subkoordinator Program Kesejahteraan Sosial
  • Pekerja Sosial Profesional (Peksos ASN)
  • Peneliti Sosial di Badan Litbang Pemerintah
  • Pendamping Program Perlindungan Sosial (PKH, BPNT, dll)
  • Fasilitator Pembangunan Partisipatif

Instansi yang Relevan:

  • Kementerian Sosial (Kemensos)
  • Kementerian PPN/Bappenas
  • Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi
  • Kementerian Kesehatan
  • Pemerintah Daerah (Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, dll)

Keterampilan Utama:

  • Kementerian Sosial (Kemensos)
  • Kementerian PPN/Bappenas
  • Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi
  • Kementerian Kesehatan
  • Pemerintah Daerah (Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, dll)

Sektor Swasta

Perusahaan swasta kini semakin menyadari pentingnya aspek sosial dalam operasional mereka, terutama dalam hal keberlanjutan, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta manajemen risiko sosial. Lulusan Ilmu Kesejahteraan Sosial dapat mengambil peran strategis di sektor ini.

Jenis Pekerjaan & Jabatan:

  • Corporate Social Responsibility (CSR) Officer/Manager
  • Social Risk Analyst
  • Sustainability Program Manager
  • Human Resources Development (fokus pada well-being karyawan)
  • Konsultan Sosial untuk proyek bisnis dan infrastruktur

Jenis Perusahaan:

  • Perusahaan multinasional
  • BUMN
  • Konsultan ESG (Environment, Social, Governance)
  • Lembaga Riset dan Survei

Keterampilan Utama:

  • Perencanaan dan evaluasi program CSR
  • Analisis dampak sosial proyek bisnis
  • Public relations untuk isu sosial
  • Kemampuan riset kuantitatif dan kualitatif

Organisasi Non-Pemerintah (NGO)

NGO adalah salah satu ladang profesional yang sangat cocok untuk lulusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, terutama bagi mereka yang ingin terlibat langsung dalam perubahan sosial di akar rumput hingga advokasi kebijakan nasional dan internasional.

Jenis Pekerjaan & Jabatan:

  • Program Officer/Manager
  • Community Organizer
  • Social Development Specialist
  • Policy Advocate
  • Humanitarian Field Staff
  • Research and Impact Evaluation Officer

Jenis Organisasi:

  • LSM nasional dan internasional (Yayasan Sayangi Tunas Cilik, PKBI, Oxfam, Save the Children, dll)
  • Organisasi kemanusiaan (UNICEF, UNDP, IOM, dll)
  • Organisasi filantropi dan yayasan sosial

Keterampilan Utama:

  • Manajemen proyek sosial
  • Penulisan proposal dan fundraising
  • Monitoring & evaluation (M&E)
  • Mobilisasi komunitas dan advokasi berbasis bukti

Program Sarjana

Bangun pengetahuan dan keterampilan untuk memahami masalah sosial dan kebijakan kesejahteraan secara ilmiah dan kritis.

Program Magister

Perdalam teori dan metode untuk menganalisis isu kesejahteraan sosial dan merancang solusi berbasis riset.

Program Doktor

Kembangkan riset dan pemikiran kritis untuk mendorong inovasi keilmuan, kebijakan publik, dan pendidikan di bidang kesejahteraan sosial.