Penulis: Annisa Nur Zaini, Luna Zahira Aqila, dan Tri Wahyuni Setyaningsih
Bersama pendamping lapangan: Prof. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc (Guru Besar Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI)
Tiga mahasiswa Universitas Indonesia, yaitu Annisa Nur Zaini, Luna Zahira Aqila, dan Tri Wahyuni Setyaningsih, turut berpartisipasi dalam kegiatan Ekspedisi Patriot yang dilaksanakan di wilayah Salor dan sekitarnya, Kabupaten Merauke, Papua Selatan tahun 2025. Kegiatan riset dan pengabdian ini bertujuan untuk mendorong pengembangan kawasan transmigrasi melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, serta perguruan tinggi.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa terlibat dalam berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan relasi sosial dengan masyarakat lokal hingga kontribusi dalam perencanaan pengembangan kawasan berbasis potensi daerah.
Salah satu kegiatan yang diikuti adalah mempersiapkan festival lokal Merauke, yaitu Festival Kali Maro. Festival ini merupakan festival tahunan masyarakat adat Marind yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada tuhan dan upaya melestarikan adat, menggabungkan sisi spiritual dengan adat istiadat masyarakat suku Marind. Mahasiswa pada kegiatan ini berkontribusi sebagai panitia penyelenggara dan sebagai media partner yang turut membantu mempromosikan dengan membuat berbagai bentuk dokumentasi. Kegiatan ini tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga menjadi ruang diskusi terkait pentingnya integrasi nilai spiritualitas dan adat.
Selain itu, mahasiswa UI juga berkolaborasi dengan universitas lokal, yaitu Universitas Musamus, untuk menyelenggarakan seminar dengan tema percepatan pembangunan kawasan transmigrasi Papua Selatan. Seminar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan akademisi, serta menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai agen inovasi dan penggerak pembangunan berbasis riset. Dalam forum ini, mahasiswa turut memperoleh wawasan terkait strategi pembangunan kawasan yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
Kegiatan lain yang menjadi salah satu fokus utama adalah upaya revitalisasi Taman Wisata 1000 Musamus di Kampung Salor Indah. Mahasiswa terlibat dalam proses asesmen kondisi kawasan dalam rangka melakukan revitalisasi kawasan untuk meningkatkan daya tarik wisata. Rangkaian asesmen yang dilakukan mencerminkan apa yang sudah dipelajari selama berkuliah, yaitu terkait pembangunan partisipasi yang mengedepankan kontribusi masyarakat setempat. Revitalisasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali wisata lokal yang sempat terdampak pasca pandemi sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Konsep pengembangan yang diusulkan tidak hanya menitikberatkan pada aspek rekreasi, tetapi juga mengintegrasikan nilai edukasi dan konservasi lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Annisa, Luna, dan Tri Wahyuni tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga berkontribusi dalam upaya pembangunan berbasis masyarakat.





