Skip to main content

Penulis: Muh. Afandi, Diva Oktavianti, Shafaa Latifah, Azzahra Nabila Oktavia

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merupakan implementasi pembelajaran di luar kampus yang berfokus pada penguatan kapasitas mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam ekosistem riset nasional. Program ini menghadirkan skema mentoring oleh periset BRIN bagi mahasiswa aktif dalam bentuk magang riset atau praktik kerja berbasis kolaborasi.

Dalam pelaksanaannya, Program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia berpartisipasi melalui empat mahasiswa yang ditempatkan di Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa, dan Konektivitas (PR-KSDK) pada MBKM BRIN Batch V semester ganjil 2025/2026. Keterlibatan ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam pengembangan riset yang berfokus pada isu kesejahteraan sosial, desa, dan pembangunan berbasis masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa terlibat dalam berbagai tahapan penelitian, mulai dari perumusan masalah, pengumpulan dan analisis data, hingga penyusunan laporan serta luaran riset berupa artikel ilmiah yang disubmisikan ke jurnal bereputasi. Keterlibatan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis penelitian, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis dalam merespons permasalahan sosial yang kompleks.

Selain kegiatan riset, peserta MBKM BRIN Batch V juga mengikuti berbagai program penguatan kapasitas yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dalam ekosistem penelitian. Kegiatan ini meliputi pelatihan metodologi penelitian, penulisan karya ilmiah, etika penelitian, hingga persiapan pasca kampus, seperti persiapan beasiswa, TOEFL/IELTS, dan penyusunan esai studi lanjut. Rangkaian kegiatan tersebut mendorong mahasiswa memahami proses riset secara komprehensif sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja profesional.

Program ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami aspek manajerial dalam organisasi riset. Peserta mempelajari tata kelola lembaga penelitian, pengelolaan media sosial, koordinasi tim, serta publikasi kegiatan riset, baik dari sisi administratif maupun strategis. Pengalaman ini menjadi nilai tambah dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman praktis mengenai pengelolaan organisasi riset secara efektif dan berkelanjutan.

Magang BRIN Batch V: Pengalaman Pembelajaran yang Bermakna

Afandi, mahasiswa Program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial UI angkatan 2022, mengungkapkan bahwa program MBKM BRIN memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan baru. Ia memperoleh pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian jangka pendek, tetapi juga bermanfaat untuk jangka panjang:

“Saya merasa apa yang diajarkan di sini akan sangat bermanfaat setelah saya kembali ke kampus, terutama terkait penggunaan berbagai tools penelitian yang akan memudahkan saya dalam menyusun tugas akhir,” ungkap Afandi.

Diva juga menyampaikan bahwa program MBKM BRIN memberikan pemahaman riset yang aplikatif dalam perkuliahan. Ia menilai lingkungan BRIN sangat terbuka terhadap diskusi dan berbagi pengetahuan:

“Saya memperoleh banyak masukan dari sivitas, terutama dari pembimbing saya selama di BRIN, terkait karya tulis ilmiah yang saya susun, dan masukan tersebut dapat saya terapkan dalam kegiatan perkuliahan. Selain itu, para sivitas di sana juga sangat terbuka, sehingga kami sering berdiskusi, baik mengenai penulisan ilmiah, tantangan yang biasanya dihadapi, maupun gambaran prospek ke depan di dunia riset. Melalui pengalaman tersebut, saya juga menyadari bahwa proses riset tidak selalu serumit yang saya bayangkan sebelumnya, melainkan dapat menjadi kegiatan yang menarik dan menyenangkan untuk dijalani.” ujar Diva.

Nabila menambahkan bahwa program ini memberinya pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dunia riset dan peran peneliti:

“Saya menjadi lebih memahami bagaimana peran seorang periset serta tuntutan pekerjaannya. Hal ini membuat saya yang sebelumnya tidak tertarik pada dunia riset menjadi lebih tertarik. Selain itu, saya juga mempelajari proses penyusunan karya tulis ilmiah mulai dari tahap awal hingga proses submit ke jurnal.” jelas Nabila

Shafa turut mengungkapkan antusiasmenya selama mengikuti program ini:

“Selama magang di BRIN saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari belajar melakukan riset, hingga berdiskusi dengan civitas di PR KSDK BRIN. Selama magang, saya didampingi oleh dua pembimbing yang sangat hebat, mereka tidak hanya memotivasi saya, tetapi juga mengajarkan bagaimana cara melakukan riset yang baik. Sehingga, yang sebelumnya saya masih awam dengan dunia riset, menjadi memahami bagaimana menjadi periset yang baik dan sesuai dengan etika penelitian. Selama magang di MBKM PR KSDK BRIN, saya merasa nyaman dan berkembang.” tutur Shafa.

Capaian Luaran Magang: Kontribusi Ilmiah Melalui Penulisan Hasil Riset

Program magang BRIN memberikan kesempatan bagi peserta untuk berkontribusi melalui karya ilmiah yang relevan dengan isu kontekstual. Mahasiswa Program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial yang mengikuti MBKM BRIN Batch V berhasil menghasilkan luaran berupa artikel ilmiah.

Afandi, Diva, dan Nabila telah menyelesaikan artikel ilmiah yang disubmisikan ke jurnal terakreditasi SINTA 2. Sementara itu, Shafa berhasil memublikasikan artikelnya berjudul “Peran Pekerja Sosial dalam Mempersiapkan Kemandirian Anak Pasca Pelayanan di Panti Asuhan untuk Mencegah Risiko Keterlantaran Kembali” pada jurnal terakreditasi SINTA 4 yang diterbitkan oleh Poltek Kesos yang dapat diakses melalui  Tautan ini .

Secara keseluruhan, MBKM BRIN Batch V menjadi wadah pembelajaran komprehensif bagi mahasiswa Program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia untuk terlibat langsung dalam ekosistem penelitian. Program ini mencakup pengalaman praktik riset yang terstruktur, penguatan kapasitas, serta pemahaman aspek manajerial organisasi riset. Selain itu, program ini turut mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan adaptasi terhadap dinamika kerja profesional. Dengan demikian, MBKM BRIN Batch V berkontribusi dalam membentuk sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan siap berkiprah di bidang akademik maupun profesional berbasis riset.