Program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), bekerja sama dengan Bachelor Program of Social Work, University of Queensland (Australia) dan Bachelor Program of Social Work and Criminology, University of Pretoria (Afrika Selatan) menyelenggarakan Second International Social Work Student Symposium on Human Rights and Social Justice dalam rangka peringatan World Social Work Day 2026. Simposium ini mengusung tema “Co-building Hope & Harmony: A Harambe Call to Unite a Divided Society.”
Kegiatan internasional ini mempertemukan mahasiswa dari tiga negara: Indonesia, Australia, dan Afrika Selatan untuk berdiskusi mengenai berbagai isu sosial global serta peran generasi muda dalam mendorong keadilan sosial dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (HMIKS). Simposium berlangsung secara daring dan melibatkan mahasiswa dan dosen dari ketiga universitas mitra.
Dalam simposium ini, mahasiswa UI turut berkontribusi sebagai presenter dalam sesi diskusi tematik yang membahas berbagai tantangan sosial yang membentuk “divided societies” atau masyarakat yang terfragmentasi. Tiga mahasiswa Program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial UI yang menjadi presenter adalah:
- Andini Eka Pratiwi, yang mempresentasikan topik terkait poverty and inequality
- Aisha Putri Safrianty, yang mempresentasikan topik gender justice
- Amare Myheart Ono, yang membahas isu mental health and access to services
Melalui tiga topik utama tersebut, peserta simposium mengeksplorasi berbagai isu sosial seperti kemiskinan dan ketimpangan, keadilan gender, serta kesehatan mental dan akses terhadap layanan sosial. Diskusi juga membandingkan bagaimana isu-isu tersebut muncul dan ditangani dalam konteks sosial yang berbeda di Indonesia, Australia, dan Afrika Selatan.
Simposium ini tidak hanya menjadi ruang akademik untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah dialog lintas budaya yang mendorong pemahaman global mengenai tantangan sosial kontemporer. Melalui sesi diskusi kelompok dan plenary session, para peserta bersama-sama merumuskan harapan dan peran generasi muda, khususnya calon pekerja sosial dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan adil.
Kegiatan ini berhasil dilaksanakan atas kerjasama yang baik dari himpunan mahasiswa lintas universitas sebagai panitia penyelenggara. Davin Yosua selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI 2025 yang menjadi koordinator tim pelaksana juga memberikan pengantar pengenalan mengenai masyarakat Indonesia dalam perspektif keragaman sosial, budaya, dan politik kepada seluruh peserta simposium. Sementara itu, Serafina Sacra Toshiana (mahasiswa Program Sarjana Angkatan 2023) juga mengenalkan profil Universitas Indonesia untuk memberikan pemahaman mengenai keunggulan dan kehidupan kampus UI kepada mahasiswa University of Queensland dan University of Pretoria.
Getar Hati, Ph.D (Ketua Program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI) menekankan dalam sambutan pembukanya bahwa di tengah masyarakat yang semakin beragam dan kompleks, isu hak asasi manusia dan keadilan sosial tidak dapat dipahami dari satu perspektif saja. Melalui simposium ini, mahasiswa dari Indonesia, Australia, dan Afrika Selatan didorong untuk saling berbagi pengalaman, memperluas pemahaman lintas konteks sosial, serta memperkuat peran mereka sebagai calon pekerja sosial yang tidak hanya mengamati masalah, tetapi juga menjadi agen perubahan bagi masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan. Untuk itu, kolaborasi internasional seperti ini penting untuk memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami isu kesejahteraan sosial di tingkat global sekaligus memperkuat jaringan akademik antar universitas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial UI memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan analisis kritis, komunikasi akademik internasional, serta memperluas jejaring global dengan mahasiswa dari berbagai negara. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan praktik pekerjaan sosial.

