Skip to main content

Penulis: Frissa Sofia Adhima dan Iflah Hayati Nurrahmi

Apa Itu Program Ekpedisi Patriot

Ekspedisi Patriot merupakan salah satu dari lima program unggulan Kementerian Transmigrasi RI. Program yang mengusung slogan “Patriot Berkarya, Bangsa Berjaya” ini hadir sebagai upaya untuk melahirkan sumber daya manusia di kawasan transmigrasi yang tidak hanya memiliki semangat pengabdian, tetapi juga dibekali keterampilan dengan berpartisipasi langsung untuk membangun komunitas yang mandiri dan maju.  Program ini melibatkan mahasiswa, alumni, peneliti, dan profesional, yang kemudian menghasilkan kolaborasi antara Universitas Indonesia bersama Kementerian Transmigrasi RI untuk mengembangkan pendekatan berbasis riset, pengabdian, dan intervensi kebijakan.

Tujuan

Transmigrasi merupakan kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mendorong pemerataan pembangunan, penataan kependudukan, serta penguatan ketahanan sosial-ekonomi di wilayah terpencil. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai pemindahan penduduk, tetapi juga sebagai upaya pembangunan wilayah terpadu yang menciptakan pusat pertumbuhan baru, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Salah satu wilayah yang menjadi tempat ekspedisi patriot yaitu Werianggi-Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Tujuan kegiatan ini diarahkan pada penyusunan rekomendasi strategis, meliputi evaluasi kawasan transmigrasi, perancangan pengembangan komoditas unggulan, model kolaborasi kelembagaan, penanganan dan pencegahan konflik, serta penguatan kebijakan terkait pemenuhan infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat.

Keterlibatan

Mahasiswa Program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI terlibat di beberapa daerah salah satunya daerah Werianggi-Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat dengan fokus di perancangan model kolaborasi kelembagaan dan juga penanganan dan pencegahan konflik. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas lapangan yang mencakup proses pengumpulan data, observasi sosial, serta interaksi langsung dengan masyarakat pemangku kepentingan setempat.

Kegiatan yang Dilakukan 

Selama menjalankan program, berbagai kegiatan strategis dilaksanakan guna memahami kondisi dan potensi masyarakat setempat secara menyeluruh. Mulai dari wawancara mendalam dengan warga, penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD), hingga pemetaan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan secara kolaboratif bersama komunitas.

Tak hanya itu, dalam bidang sosial para peserta juga merancang desain pencegahan konflik sebagai langkah antisipatif. Hal ini dinilai krusial mengingat kawasan transmigrasi merupakan wilayah yang dihuni oleh dua kelompok masyarakat warga asli dan warga pendatang dari berbagai suku dan latar budaya yang kerap membutuhkan pendekatan khusus agar kerukunan dan kohesi sosial tetap terjaga.

Pembelajaran Keterampilan yang Diperoleh

Keterlibatan dalam Ekspedisi Patriot memberikan penguatan keterampilan yang signifikan, terutama dalam kemampuan riset, berpikir kritis, analitis, dan sistematis dalam merespons serta merancang solusi terhadap permasalahan sosial yang kompleks. Selain itu, mahasiswa juga mengembangkan kemampuan komunikasi, adaptasi lintas budaya, serta pendekatan partisipatif dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Pengalaman Mahasiswa

Frissa, mahasiswa Program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial UI, mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam Ekspedisi Patriot memberikan perspektif yang lebih mendalam terkait praktik pembangunan sosial di masyarakat:

“Pengalaman saya selama berada di Teluk Wondama membuat saya menyadari bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang program, tetapi juga tentang bagaimana memahami konteks lokal, membangun kepercayaan masyarakat, serta menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan antar aktor di dalamnya. perspektif ini selaras dengan pendekatan yang saya pelajari dalam Ilmu Kesejahteraan Sosial, terkait praktik generalis, intervensi berbasis komunitas, dan pentingnya partisipasi masyarakat. Bekal tersebut membuat saya lebih siap dan mampu mengaplikasikan pengetahuan secara langsung di lapangan, sehingga proses adaptasi dan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lebih efektif.” ungkap Frissa.

Sejalan dengan pengalaman tersebut, peserta Ekspedisi Patriot lainnya, Iflah, yang juga merupakan mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial, juga merasakan kesan mendalam selama bertugas di kawasan transmigrasi Werianggi-Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Menurutnya, program ini memberikan pengalaman belajar yang tak ternilai. Ia mengungkapkan bahwa ilmu intervensi komunitas yang selama ini hanya ia pahami secara teoritis di bangku kuliah, kini dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat Werianggi-Werabur.

“Banyak hal berharga yang saya pelajari di sini. Sebagai mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial, saya berkesempatan mempraktikkan langsung cara melakukan intervensi komunitas kepada masyarakat setempat. Ternyata, ilmu yang saya dapatkan di perkuliahan sangat relevan dan sangat bermanfaat di lapangan,” ujar Iflah.

Luaran Program

Luaran dari kegiatan Ekspedisi patriot ini berupa laporan kajian yang berisi analisis kondisi sosial-ekonomi masyarakat untuk rekomendasi desain model kolaborasi kelembagaan ekonomi di kawasan transmigrasi. Selain itu, disusun pula desain penanganan dan pencegahan konflik sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan maupun program pengembangan kawasan yang lebih terintegrasi dan berbasis kebutuhan lokal. 

Penutup

Secara keseluruhan, Ekspedisi Patriot 2025 menjadi ruang pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswa Program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia dalam mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan praktik di lapangan. Melalui keterlibatan langsung di kawasan transmigrasi, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan riset dan analisis sosial, tetapi juga memperkuat sensitivitas terhadap konteks lokal, keberagaman budaya, serta dinamika relasi antar aktor dalam masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan pengabdian, program ini menunjukkan bahwa pendekatan kesejahteraan sosial memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan wilayah yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan mengedepankan prinsip partisipasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa turut berkontribusi dalam merancang solusi yang kontekstual dan aplikatif. Oleh karena itu, Ekspedisi Patriot tidak hanya membentuk mahasiswa yang kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif dan responsif terhadap tantangan nyata pembangunan sosial di Indonesia.